Pengaruh Penggunaan Metode Outhentic Learning Terhadap Hasil Belajar Bahasa Jndonesia Siswa Kelas V Sekolah Dasar Negeri Kalideres 05 Pagi Jakarta Barat
ir. tukirin, mm., eti rochaeti, se, mm.; ika yatri, m.pd; hj. nur wahyuni, m.si;
Klasifikasi: NONE
MUHAMAD HARI MULYA NIM: 1101045189. Pengaruh Penggunaan
Metode Outhentik Learning Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa
Kelas V SDN Kalideres 05 Pagi Jakarta Barat
Pembelajaran outhentic learnimg yang bisa mendorong siswa untuk belajar
lebih aktif di dalam kelas dan lebih mempersiapkan diri sebelum menerima
pelajaran di kelas, merangsang siswa agar termotivasi dalam belajar, sehingga
dapat mengoptimalkan kegiatan siswa pada saat proses belajar mengajar
berlangsung yang merupakan salah satu metode pemelajaran yang digunakan oleh
seorang pendidik dengan tujuan agar perserta didik yaitu siswa akan mendapatkan
hasil belajar yang lebih baik.
Responden yang diteliti 67 siswa terdiri (2) kelompok yakni kelas
eksperimen dan kelas control masing-masing berjumlah 36 siswa dan 31 siswa
maka jenis penelitian ini adalah jenis penelitian populasi penuh. Untuk metode
penelitiannya menggunakan metode penelitian kuantitatif yaitu penelitianya
bersumber angka-angka yang diselesaikan secara statistik berikutnya diadakan tes
ulangan sebanyak 25 soal.
Hasil yang dicapai dalam penelitian ini, Hasil uji homogenitas diperoleh
nilai Ftabel dengan taraf nyata α = 10 , maka dari db1 = 35 didapat dicari dengan
cara = 1,6065 - 1,5411 = 0,00654 : 10 = 0,0654 x 5 = 0,0327, jadi hasilnya db1 =
35 adalah = 1,6065 – 0,0327 = 1,5738. Dengan demikian Fhitung < Ftabel (0,38 <
1,5738). Sedangkan untuk db2 = 30 Ftabel dengan taraf nyata α = 10 nilainya adalah
1,6065. Dengan demikian Fhitung < Ftabel (1,584 < 1,6065), ini menunjukan varian
tersebut homogen. Hasil uji t diperoleh berdasarkan perhitungan di atas , α = 0,05
dan n = 36, uji satu pihak dk = n – 1 atau 36 – 1 = 35, sehingga diperoleh thitung =
5,03 dan nilai ttabel = 1,6944, dengan cara perhitungan dk 40 = 1,684 , dk 30 =
1,697, yaitu:
, jadi dk 38 = 0,0065 x 5 =
0,0325, sehingga dk 35 = 1,697 + 0,0325 = 1,7295 , tenyata thitung lebih besar dari
ttabel atau 5,03 > 1,6944, ini menunjukkan Ho ditolak, berarti ini menunjukan
terdapat peningkatan yang signifikan pada kelompok kelas eksperimen dan untuk
α = 0,05 dan n = 31, uji satu pihak dk = n – 1 atau 31 – 1 = 30, sehingga diperoleh
thitung = 16,26 dengan dk 30 = 1,697, yaitu thitung lebih besar dari ttabel atau 16,26 >
1,6944, ini menunjukkan Ho ditolak, berarti ini menunjukan terdapat
kemampuan yang signifikan pada kelompok kelas kontrol.
Hipotesis uji normalitas kelas eksperimen diperoleh Lo = 0,113 . Jika
dikonsultasikan dengan tabel liliefors pada taraf signifikan 0,05 dan N = 36
diperoleh Ltabel 0,140, dengan demikian Ho diterima karena Lhitung kurang dari
Ltabel (0,113 < 0,140). Dan untuk uji normalitas kelas kontrol diperoleh Lo =
0,0915 . Jika dikonsultasikan dengan tabel liliefors pada taraf signifikan 0,05 dan
N = 36 diperoleh Ltabel = 0,886, dengan demikian Ho diterima karena Lhitung
kurang dari Ltabel (0,0915 <0,886). Ini berarti pada data variabel berasal dari
populasi berdistribusi normal. Dengan hasil perhitungan α = 0,05 dan n = 36, uji
dua pihak dk = n – 1 atau 36 – 1 = 35, sehingga diperoleh thitung = 8,52 dan ttabel =
1,6944 dan berarti thitung lebih besar dari ttabel atau 8,52 > 1,6944. Ini menunjukkan Ho ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara pembelajaran kelas
kontrol
Diharapkan jenis penelitian ini menjadi bermanfaat khusunya bagi peneliti,
dan umumnya sekolah yang dijadikan objek penelitian di SDN Kalideres 05 pagi
Jakarta Barat