Pengaruh Fermentasi Limbah Cair Industri Tempe Terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea) Dengan Teknik Vertikultur
farah nisa ul albab; dra. lutfiah s. nurusman. m.si; devi anugrah, m.pd;
Klasifikasi: NONE
CHAERUNNISA. Nim 1301145018. Pengaruh Fermentasi Limbah Cair Industri Tempe terhadap Pertumbuhan Tanaman Sawi Hijau (Brassica juncea) dengan Teknik Vertikultur. Skripsi. Jakarta : Program Studi Pendidikan Biologi. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh fermentasi limbah cair industri tempe terhadap pertumbuhan tanaman sawi hijau (Brassica juncea) dengan teknik vertikultur. Penelitian dilakukan di Biomagg Indonesia, Jalan Gas Alam Perumahan Koperasi Blok B-81, Kelurahan Curug (16453), Cimanggis, Depok pada bulan Maret – Juni 2017. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian ini ada 6 perlakuan dan 4 ulangan yaitu P0, P1, P2, P3, P4, dan P5 secara berturut-turut 0, 20, 40, 60, 80, dan 100% konsentasi fermentasi limbah cair industri tempe, dimana P0 sebagai kontrol. Perlakuan dengan fermentasi limbah cair industri tempe diberikan setiap 2 hari sekali. Data diperolah saat sawi hijau berumur 35 HSPT. Dari hasil penelitian fermentasi limbah cair industri tempe berpengaruh terhadap tinggi, berat basah, berat kering, dan berat akar, namun tidak berpengaruh pada panjang akar. Analisis statistik menunjukkan bahwa perlakuan dengan fermentasi limbah cair industri tempe yang paling baik terhadap tinggi, berat basah, berat kering, dan berat akar adalah dengan konsentrasi 20% secara berurutan yaitu 25,5 cm, 25,68 g, 1,69 g, 4,18 g sedangkan pada panjang akar perlakuan yang paling baik adalah dengan konsentrasi 40% yaitu 30 cm. Persentase tinggi tanaman, berat basah, berat kering, berat akar, dan panjang akar terhadap kontrol secara berturut-turut adalah 133,30; 219,30; 170,71; 354,24; dan 122,45 %.