Analisis Pragmatik Dalam Novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta Karya Wahyu Sujani Serta Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sma
burke, j. william; myers, j. robert and jayne, s. thomas.; prof. dr. h. suyatno, m.pd; dra. hj. rr. sulistyawati, m.hum;
Klasifikasi: NONE
FATMAWATI. Analisis Pragmatik dalam Novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta Karya Wahyu Sujani serta Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Skripsi. Jakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA, 2017.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya bentuk pragmatik, yaitu deiksis (persona, waktu, dan tempat), implikatur, praanggapan, tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi), dan aspek-aspek struktur wacana (semantis dan gramatikal) yang terdapat dalam novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta Karya Wahyu Sujani, serta implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Penelitian ini dilakukan sejak Maret 2017 sampai Agustus 2017. Fokus penelitian ini adalah pragmatik, yang meliputi deiksis (persona, waktu, dan tempat), implikatur, praanggapan, tindak tutur (lokusi, ilokusi, dan perlokusi), dan aspek-aspek struktur wacana (semantis dan gramatikal). Objek ini berupa novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta Karya Wahyu Sujani terbitan DIVA Press tahun 2009 dengan 439 halaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Teori yang digunakan sebagai acuan penelitian adalah teori novel dan teori pragmatik. Novel terdiri dari dua unsur yakni unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik terdiri dari tema, penokohan, latar, alur, amanat, sudut pandang, dan gaya bahasa. Sedangkan unsur ekstrinsik meliputi biografi pengarang dan nilai-nilai dalam cerita. Pragmatik merupakan ilmu yang mempelajari tentang bahasa. Berdasarkan hasil analisis pragmatik ditemukan 265 kutipan dalam bentuk pragmatik yang terdiri dari 83 bentuk deiksis persona, 30 bentuk deiksis tempat, 20 bentuk deiksis waktu, 8 bentuk implikatur, 22 bentuk praanggapan, 9 bentuk tindak tutur lokusi, 21 bentuk tindak tutur ilokusi, 10 bentuk tindak tutur perlokusi, 6 bentuk aspek semantis, dan 56 bentuk aspek gramatikal. Berdasarkan analisis, dapat disimpulkan bentuk deiksis persona pada novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta sengaja digunakan Wahyu untuk mempertegas penggunaan kata ganti orang. Setelah dilakukan analisis, maka diketahui bahwa novel Ketika Tuhan Jatuh Cinta dapat dijadikan sebagai alternatif pembelajaran bahasa Indonesia di SMA.