Perbandingan Hasil Belajar Fisika Dengan Menggunakan Model Predict, Observe, Explain, (POE) Dan Model Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Trasffering ( REACT) Di SMAN 32 Jakarta
nur fadjrih asyik [et.al]; dra. imas ratna erwaty, m.pd; dra. hj. yulia tahmadar, m.pd;
Klasifikasi: NONE
DWI KURNIA WASI. NIM: 1201135010. Perbandingan Hasil Belajar Fisika Antara Yang Menggunakan Model Predict, Observe, Explain (POE) Dengan Model Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) di SMAN 32 Jakarta. Skripsi. Jakarta : FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA, 2016.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui secara empiris terdapat atau tidak perbandingan dari dua model pembelajaran yaitu model Predict, Observe, Explain (POE) dengan model pembelajaran Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) ini terhadap hasil belajar fisika kelas X Tahun Ajaran 2015/2016. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah terdapat perbandingan hasil belajar fisika antara yang menggunakan Model Predict, Observe, Explain (POE) Dengan Menggunakan Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transferring (REACT) di SMAN 32 Jakarta.
Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 32 Jakarta Selatan pada semester genap kelas X Tahun Ajaran 2015/2016. Pelaksanaan penelitian dimulai dari tanggal 13 April 2015 sampai dengan 18 Mei 2015. Populasi target yaitu seluruh SMAN 32 Jakarta Selatan, sedangkan populasi terjangkau seluruh siswa kelas X. Adapun sempel seluruhnya berjumlah 60 siswa yang berasal dari dua kelas yaitu kelas X MIA 3 sebanyak 30 siswa dan kelas X MIA 4 sebanyak 30 siswa. Adapun kelas X MIA 3 dipilih sebagai kelas eksperimen 1 dengan menerapkan model predict, observe, explain (POE) sedangkan kelas X MIA 4 dipilih sebagai kelas eksperimen 2 dengan menerapkan model relating, experiencing, applying, cooperating, transffering (REACT).
Dari hasil analisis deskripsi data, didapatkan nilai rata-rata kelas eksperimen 1 nilai rata-rata kelas didapat sebesar 83,23 sedangkan untuk kelas eksperimen 2 sebesar 76,03 adapun nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) sebesar 75. Ini berarti nilai rata-rata kelas eksperimen 1 lebih besar dibandingkan dengan kelas eksperimen 2. Sedangkan untuk menguji hipotesis yang dianalisis menggunakan uji-t, dari hasil perhitungan didapat nilai thitung> ttabel ( 2,88 > 2,00 ) yaitu H0 ditolak artinya terdapat perbandingan hasil belajar fisika antara yang menggunakan Model Predict, Observe, Explain (POE) Dengan Menggunakan Relating, Experiencing, Applying, Cooperating, Transffering (REACT) di SMAN 32 Jakarta, dari data diatas dapat disimpulkan bahwa model predict, observe, explain (POE) lebih baik dari pada model relating, experiencing, transffering (REACT).