Nilai Moral Dalam Novel Harimau-Harimau Karya Mochtar Lubis Serta Implikasi Dalam Pembelajaran Di Sekolah
walpole ronald e.; yamin, s.pd, m.pd;
Klasifikasi: NONE
DWIRAHAYU MEIDIWATI SUKARNO. NIM 11055033. Nilai Moral Dalam Novel Harimau-harimau karya Mochtar Lubis Serta Imlikasinya Terhadap Pembelajaran Sastra di Sekolah. Skripsi. Jakarta : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka 2015.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) unsur instrinsik (tema,
tokoh dan penokohan, latar, alur, dan sudut pandang) novel Harimau-Harimau
karya Mochtar Lubis, (2) nilai moral novel Harimau-Harimau karya Mochtar
Lubis, dan (3) rencana pelaksanaan pembelajaran unsur intrinsik dan nilai moral novel Harimau-Harimau karya Mochtar Lubis di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan teknik informal. Objek penelitiannya adalah unsur intrinsik, nilai-nilai moral, dan rencana pelaksanaan pembelajaran novel Harimau-Harimau karya Mochtar Lubis di SMA.
Penelitian ini difokuskan pada nilai moral dalam novel Harimau-Harimau
karya Mochtar Lubis yang meliputi: (1) patuh paada perintah Tuhan, (2) kasih
sayang, (3) pemaaf, (4) tanggung jawab, (5) berssifat benar, (6) bersifat malu, (7) jujur, (8) amanah, (9) pemurah, dan (10) kemandirian. Selain itu, fokus penelitian ini adalah menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran novel tersebut dengan metode Kuantum di SMA. Sumber data penelitian ini adalah novel Harimau-Harimau karya Mochtar Lubis yang diterbitkan oleh Obor tahun 2013.
Data dikumpulkan menggunakan metode observasi. Data yang terkumpul
dianalisis menggunakan metode analisis isi (content analysis) dan hasilnya
dipaparkan menggunakan metode informal. Dari hasil penelitian ini dapat
disimpulkan: (1) unsur intrinsik novel HR: (a) tema Masalah tahayul dan hal-hal
yang berhubungan dengan ilmu magis, yang berkembang di dalam masyarakat
Indonesia.; (b) tokoh dan penokohan di antaranya adalah Buyung : Anak muda yang berumur Sembilan belas tahun. Dia masih lajang, Wak Katok : Seorang guru silat yang disegani orang di kampungnya. dll., latar waktu (pemberontakan komunis tahun 1926), dan latar sosial yang menunjukkan adat istiadat, kepercayaan, bahasa, kebiasaan, dan pandangan hidup masyarakat Jawa; (d) alur (alur maju); (e) sudut pandang (campuran antara teknik orang pertama dan teknik orang ketiga mahatahu). (2) Nilai moral dalam novel Harimau-Harimau di antaranya adalah (a) patuh pada perintah Tuhan, (b) kasih sayang, (c) pemaaf, (d) bertanggung jawab, (e) bersifat benar, (f) bersifat malu, (g) jujur, (h) amanah, (i) pemurah, (j) skemandirian (3) Rencana pelaksanaan pembelajaran novel Harimau-Harimau di kelas XII SMA, diajarkan dengan langkah-langkah metode kuantum meliputi enam langkah yaitu tahap pertama, “tumbuhkan”, berisi motivasi dan apersepsi. Tahap selanjutnya, “alami”, berisi pemberian contoh nyata. Tahap “namai” berisi kegiatan memberi istilah atau menandai suatu ciri-ciri tertentu yang khusus dan penting. Tahap “demonstrasikan” berisi kegiatan berkarya. Tahap“ulangi” berisi kegiatan mengulangi kembali materi yang telah dipelajari. Tahap terakhir, yakni “rayakan”, berisi penghargaan dan pujian
terhadap pencapaian siswa.