Tinjauan Pragmatik Tindak Tutur Ilokusi Dalam Dialog Film Ketika Cinta Bertasbih 2 Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sma
satria trisiani putra; prof. dr. h. suyatno, m.pd.; drs. h. abdul chaer;
Klasifikasi: NONE
FEBRIAN NURLAILA. Tinjauan Pragmatik Tindak Tutur Ilokusi dalam Dialog
Film Ketika Cinta Bertasbih 2 dan Implikasinya terhadap Pembelajaran Bahasa
Indonesia di SMA: Skripsi. Jakarta. Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tindak tutur ilokusi pada dialog film
yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih 2. Penelitian ini, dilakukan selama semester
ganjil 2014-2015 yang dengan fokus tindak tutur ilokusi pada dialog film yang
berjudul Ketika Cinta Bertasbih 2. Fokus penelitian ini, terletak pada aspek-aspek
tindak tutur ilokusi yang terbagi menjadi lima kategori dan 25 fungsi. Metode
penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik ananlisis isi.
Penulis mengambil 42 adegan dari 56 adegan yang ada di dalam tayangan, yaitu
dengan memilih setiap satu sampai dengan sepuluh adegan, kemudian diambil 8
adegan secara acak, pada adegan 50 terakhir penulis mengambil dua adegan.
Intrumen pada penelitian ini adalah peneliti sendiri yang dibantu tabel analisis
kerja.
Hasil analisis menunjukkan bahwa analisis tindak tutur ilokusi pada dialog film
yang berjudul Ketika Cinta Bertasbih 2 dari 42 adegan diperoleh 383 pasangan
tuturan. Dari 383 pasangan tuturan tersebut, diperoleh 396 data pasangan tuturan
yang mengandung kategori-kategori tindak tutur ilokusi.Rinciannya sebagai
berikut: Hasil 396 data tindak tutur ilokusi terdiri dari (1) Asertif: menyatakan
terdapat 221 data atau 55,80%, menyarankan terdapat 32 data atau 8,08%,
membual terdapat 2 data atau sebanyak 0,50%, mengeluh sebanyak 16 data atau
4,04% dan mengklaim tidak ada data yang ditemukan atau 0%. (2) Direktif:
memesan tidak ada data yang ditemukan atau 0%, memerintah terdapat 32 data
atau 8,08%, memohon terdapat 11 data atau 2,78%, menasihati sebanyak 19 data
atau 4,80%, dan merekomendasi sebanyak 6 data atau 1,52%. (3) Ekspresif:
berterima kasih sebanyak 14 data atau 3,54%, memberi selamat 4 data atau
1,01%, meminta maaf sebanyak 11 data atau 2,78%, menyalahkan sebanyak 4
data atau 1,01%, memuji sebanyak 6 data atau 1,52%, dan berbelasungkawa
sebanyak 2 data atau 0,50%. (4) Komisif: berjanji sebanyak 10 data atau 2,53%,
bersumpah sebanyak 2 data atau 0,50%, dan menawarkan sesuatu sebanyak 4 data
atau 1,01%. (5) Deklaratif: berpasarah, memecat, memberi nama, mengangkat,
mengucilkan, menghukum, tidak ada data yang ditemukan atau 0%