PENGARUH PROMOSI JABATAN TERHADAP KINERJA PEGAWAI DI PT KERETA API INDONESIA (PERSERO) DAOP 1 JAKARTA
muhammad wildan ramadhan; dra. hj. sri giyanti, mm; trisni handayani, m.pd;
Klasifikasi: NONE
DITA NUR ANGGRAINI, NIM : 1001105015. Pengaruh Promosi Jabatan Terhadap Kinerja Pegawai di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta. Skripsi. Jakarta : FKIP. Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. 2014. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar pengaruh promosi jabatan terhadap kinerja pegawai di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif asosiatif hubungan kausal, dengan maksud mencari pengaruh antara variabel bebas (X), yaitu promosi jabatan, dengan variabel terikat (Y), yaitu kinerja pegawai di PT Kereta Api Indonesia (Persero). Populasi pada penelitian ini sebanyak 45 orang pegawai pada bagian SDM dan Umum di kantor PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta. Sedangkan untuk sampel peneliti menggunakan rumus Isaac dan Michael, sehingga didapatkan sampel sebanyak 40 orang pegawai. Untuk menentukan 40 sampel ini peneliti menggunakan teknik simple random sampling. Teknik simple random sampling ini dilakukan pada 40 pegawai pelaksana bagian bagian SDM dan Umum di kantor PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta yang tiba di kantor sebelum jam kerja dimulai. Peneliti berkesimpulan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara promosi jabatan terhadap kinerja pegawai di PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 1 Jakarta. berdasarkan hasil olah data, dapat diketahui bahwa variabel X memiliki mean 94,375, median 96,03, modus 96,86, varians 36,39, serta simpangan baku 6,03. Sedangkan untuk variabel Y memiliki mean 91,75, median 92,91, modus 93,97, varians 31,99, serta simpangan baku 5,66. Berdasarkan pengujian hipotesis dapat diketahui bahwa X2hitung < X2tabel pada taraf kesalahan 5%, yakni 9,38 < 25,0. Untuk koefisien korelasinya diperoleh sebesar 0,625 dengan tingkat pengaruh kuat. Sedangkan untuk uji signifikannya dapat diketahui bahwa Fh > Ft pada taraf kesalahan 5% yakni 25,77 > 4,10, dan untuk koefisien determinasinya diperoleh bahwa kontribusi promosi jabatan terhadap kinerja pegawai sebesar 40,34%, dan sisanya sebesar 59,66% merupakan kontribusi lain seperti motivasi, suasana kerja, semangat kerja, pendidikan dan pelatihan dan lain-lain yang tidak diteliti oleh peneliti. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti ingin memberikan saran agar dalam melaksanakan promosi jabatan perusahaan harus lebih selektif dan objektif dalam mempromosikan para pegawainya melalui kriteria berdasarkan pengalaman, kompetensi, dan prestasi kerja yang baik. Serta untuk pegawai yang dipromosikan harus diikuti dengan pemberian pengarahan berupa sosialisasi mengenai tugas dan tanggung jawab yang diembannya, sehingga pegawai dapat memahami mengenai tambahan tugas dan tanggung jawab tersebut dengan baik dan menjalankannya sesuai dengan ketentuan perusahaan.