SALURAN DISTRIBUSI KOMODITAS BUAH SEMANGKA ASAL DESA BRAJA ASRI LAMPUNG TIMUR (Studi Kasus di UPB Pasar Jaya Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Subuh Jalan Raya Bogor Jakarta)
novi fitriningsih; dr. hj. sri astuti, m.pd; drs. h. m. jamil latief, mm, m.pd;
Klasifikasi: NONE
ABSTRAK
NOVI FITRININGSIH. NIM: 1001095043. Saluran Distribusi Komoditas Buah Semangka Asal Desa Braja Asri Lampung Timur (Studi Kasus di UPB Pasar Jaya Pasar Induk Kramat Jati dan Pasar Subuh Jalan Raya Bogor). Skripsi. Jakarta : FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. 2014.
Saluran distribusi merupakan lembaga-lembaga yang memasarkan produk berupa barang atau jasa dari produsen sampai ke konsumen. Lembaga-lembaga tersebut adalah produsen, agen, pedagang besar, pengecer, konsumen.
Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan data dan fakta yang benar dan tepat serta dapat dipercaya untuk mengetahui apakah variabel-variabel independen terdapat (1) Pengaruh Modal (Sumber Pembelanjaan) Terhadap Tingkat Panjang Saluran Distribusi, (2) Pengaruh Biaya Pemasaran Terhadap Tingkat Panjang Saluran Distribusi, (3) Pengaruh Pendapatan Terhadap Tingkat Panjang Saluran Distribusi, (4) Pengaruh Tingkat Ketahanan Produk Terhadap Tingkat Panjang Saluran Distribusi, (5) Pengaruh Tingkat Ketepatan Waktu Pengiriman Produk Terhadap Tingkat Panjang Saluran Distribusi. Sejalan dengan tujuan penelitian tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode kombinasi yaitu model/desain Concurrent Embedded. Teknik sampling dalam penelitian adalah sampel sumber data dipilih secara purposive dan bersifat snowball sampling. Jadi, sampel penelitian terdiri dari 4 petani buah semangka asal Desa Braja Asri Lampung Timur, 6 pedagang pengumpul buah semangka asal daerah Lampung Timur, 6 pedagang besar buah semangka Pasar Induk Kramat jati, dan 4 pedagang pengecer buah semangka di Pasar Subuh Jalan Raya Bogor Jakarta. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Interview (Wawancara), Observasi (pengamatan), dan Triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif deskriptif.
Penulis berkesimpulan ada hubungan yang positif antara lima variabel independen terhadap saluran distribusi tersebut (satu variabel dependen). Hal ini ditunjukkan dari uji statistik menggunakan koefisien korelasi product moment sederhana dan diperoleh hasil:
1. Ada korelasi yang positif sebesar 0,5407 antara modal dengan tingkat panjang saluran distribusi. Koefisien determinan = (0,5407)2 = 0,2923. Hal ini berarti varian yang terjadi pada variabel panjang saluran distribusi 29,23 % dapat dijelaskan oleh varian yang terjadi pada variabel modal terhadap panjang saluran distribusi = 29,23 %.
2. Ada korelasi yang positif sebesar 0,6022 antara biaya pemasaran dengan tingkat panjang saluran distribusi.. Koefisien determinan = (0,6022)2 = 0,3626. Hal ini berarti varian yang terjadi pada variabel panjang saluran distribusi 35,26% dapat dijelaskan oleh varian yang terjadi pada variabel biaya ongkos (Biaya Pemasaran) yang dikeluarkan para pelaku pemasaran. Dengan kata lain pengaruh biaya ongkos terhadap panjang saluran distribusi = 36,26%.
3. Ada korelasi yang positif sebesar 0,600018 antara pendapatan dengan tingkat panjang saluran distribusi Koefisien determinan = (0,600018)2 = 0,360021. Hal ini berarti varian yang terjadi pada variabel panjang saluran distribusi 36% dapat dijelaskan oleh varian yang terjadi pada variabel pendapatan. Dengan kata lain pengaruh pendapatan terhadap panjang saluran distribusi = 36%.
4. Ada korelasi yang positif sebesar 0,4953 antara tingkat ketahanan produk (daya tahan produk) dengan tingkat panjang saluran distribusi. Koefisien determinan = (0,4953)2 = 0,2453. Hal ini berarti varian yang terjadi pada variabel panjang saluran distribusi 24,53% dapat dijelaskan oleh varian yang terjadi pada variabel tingkat ketahanan produk (buah semangka). Dengan kata lain pengaruh tingkat ketahanan produk terhadap panjang saluran distribusi = 24,53%.
5. Ada korelasi yang positif sebesar 0,4681 antara tingkat ketepatan waktu pengiriman produk dengan tingkat panjang saluran distribusi. Hal ini berarti varian yang terjadi pada variabel panjang saluran distribusi 21,91% dapat dijelaskan oleh varian yang terjadi pada variabel tingkat ketepatan waktu pengiriman produk. Dengan kata lain pengaruh tingkat ketepatan waktu pengiriman produk terhadap panjang saluran distribusi = 29,91%.