Perbedaan Hasil Belajar Matematika Siswa dengan Pendekatan Open Ended dan Pendekatan Deduktif di SDN 06 Cileungsi Bogor | UPT Perpustakaan UHAMKA 0,294=r tabel. Jenis peneltian ini adalah quasi-experiment. Sebelum data dianalisis ,data diuji prasyarat terlebih dahulu, yaitu dengan uji normalitas dan uji homogenitas. Uji normalitas menggunakan Uji Lilliefors dan uji homogenitas menggunakan Uji Fisher. Uji normalitas dengan taraf signifikansi a=0,05 pada kelas eksperimen diperoleh L hitung= 0,131 < 0,138 =L tabel dan pada kelas kontrol diperoleh L hitung=0,127 < 0,140= L tabel, maka dapat disimpulkan bahwa kedua kelas tersebut berdistribusi normal. Untuk uji homogenitas pada taraf signifikasi a=0,05 diperoleh F hitung= 1,508 < 1,695 =F tabel maka dapat disimpulkan bahwa varians kedua kelas sama atau homogen ,berarti sampel berdistibusi homogen dengan rata rata pada kelas eksperimen Y1= 19,621 dan pada kelas kontrol Y2 = 16,225. Pengujian hipotesis dengan menggunakan uji-t, diperoleh t hitung = 7,953 > 1,993 = t tabel dengan taraf signifikansi a=0,05. Hal ini berarti tolak H0 dan terima H1, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan pendekatan open-ended dan pendekatan deduktif. Manfaat penelitian ini adalah sebagai syarat utama bagi peneliti untuk mendapatkan gelar sarjana, menambah wawasan penilitian dalam melakukan penilitian ilmiah. Sebagai sumber informasi dan bahan pertimbangan bagi guru dalam memilih pendekatan pembelajaran yang tepat agar kemampuan siswa dalam memecahkan masalah matematika bisa lebih baik. Menjadi sebuah motivasi bagi sekolah dalam meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam rangka perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan. Diharapkan menjadi bahan kajian yang menarik bagi pembaca terutama mahasiswa untuk kemudian diteliti lebih lanjut di masa yang akan datang" />