Analisis kesalahan penggunaan josuushi untuk hewan (hiki, too, wa) pada mahasiswa semester VI program studi pendidikan bahasa jepang FKIP Uhamka tahun ajaran 2012-2013
syafera eka apriyani; akbar nadjar hendra, s.s, m.pd; retno utari, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Dalam linguistik bahasa Jepang terdapat banyak klasifikasi kelas kata, yakni salah satunya adalah kata bantu bilangan. Kata bantu bilangan dalam bahasa Indonesia biasa disebut juga pembantu bilangan atau banyak juga yang menyebutnya penggolong nomina (numeral clasifier), dalam bahasa Jepang disebut josuushi (Sudjianto, 1995:64). Didalam josuushi, ada josuushi yang digunakan untuk hewan, yakni hiki,too,wa. Ketiga josuushi tersebut masing-masing memiliki fungsi yang berbeda sesuai karakteristik hewan. Pembelajaran mengenai josuushi pun terbatas, penulis berangapan bahwa akan terdapat banyak kesalahan penggunaan josuushi khususnya untuk hewan. Oleh karena itu penulis merasa perlu untuk meneliti mengenai josuushi khususnya untuk hewan. Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk kesalahan penggunaan josuushi untuk hewan (hiki,too,wa). Kemudian apa penyebab terjadinya kesalahan penggunaan josuushi untuk hewan (hiki,too,wa). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk kesalahan penggunaan josuushi untuk hewan (hiki,too,wa) dan untuk mengetahui penyebab terjadinya kesalahan oleh pembelajar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini berupa tes dan angket. Metode ini digunakan untuk menjelaskan bentuk dan penyebab kesalahan yang dilakukan pembelajar. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kesalahan tertinggi pada penggunaan
josuushi ~wa sebesar 39,7%. Kesalahan cukup tinggi pada penggunaan josuushi ~hiki sebesar 26,2%. Dan kesalahan terendah pada penggunaan josuushi ~too sebesar 20%. Kemudian kesalahan yang muncul adalah jenis fonologi, Over-generalization, dan False concepts hypothesized. Berdasarkan hasil angket, kesalahan disebabkan
mahasiswa kurang mengetahui nama hewan dalam bahasa Jepang, mahasiswa jarang latihan menggunakan josuushi dan kurangnya penjelasan mengenai josuushi. Kurangnya pemahaman pembelajar mengenai josuushi hiki,too,wa menyebabkan mahasiswa mengalami kesulitan mengaplikasikan penggunaannya.
Keyword : Dalam linguistik bahasa Jepang terdapat banyak klasifikasi kelas kata, yakni
salah satunya adalah kata bantu bilangan. Kata bantu bilangan dalam bahasa Indonesia
biasa disebut juga pembantu bilangan atau banyak juga yang menyebutnya penggolong
nomina (numeral clasifier), dalam bahasa Jepang disebut josuushi (Sudjianto, 1995:64).
Didalam josuushi, ada josuushi yang digunakan untuk hewan, yakni hiki,too,wa. Ketiga
josuushi tersebut masing-masing memiliki fungsi yang berbeda sesuai karakteristik
hewan. Pembelajaran mengenai josuushi pun terbatas, penulis berangapan bahwa akan
terdapat banyak kesalahan penggunaan josuushi khususnya untuk hewan. Oleh karena
itu penulis merasa perlu untuk meneliti mengenai josuushi khususnya untuk hewan.
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana bentuk kesalahan penggunaan
josuushi untuk hewan (hiki,too,wa). Kemudian apa penyebab terjadinya kesalahan
penggunaan josuushi untuk hewan (hiki,too,wa).
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bentuk kesalahan
penggunaan josuushi untuk hewan (hiki,too,wa) dan untuk mengetahui penyebab
terjadinya kesalahan oleh pembelajar.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini berupa tes dan angket. Metode ini digunakan untuk
menjelaskan bentuk dan penyebab kesalahan yang dilakukan pembelajar.
Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa kesalahan tertinggi pada penggunaan
josuushi ~wa sebesar 39,7%. Kesalahan cukup tinggi pada penggunaan josuushi ~hiki
sebesar 26,2%. Dan kesalahan terendah pada penggunaan josuushi ~too sebesar 20%.
Kemudian kesalahan yang muncul adalah jenis fonologi, Over-generalization, dan
False concepts hypothesized. Berdasarkan hasil angket, kesalahan disebabkan
mahasiswa kurang mengetahui nama hewan dalam bahasa Jepang, mahasiswa jarang
latihan menggunakan josuushi dan kurangnya penjelasan mengenai josuushi.
Kurangnya pemahaman pembelajar mengenai josuushi hiki,too,wa menyebabkan
mahasiswa mengalami kesulitan mengaplikasikan penggunaannya.
Keyword : Analisis kesalahan, Josuushi, Hiki, Too, Wa.