Hubungan antara kebiasaan belajar matematika siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika di SMPN 88 Jakarta
resvina amalia; drs. h taufik rahim, m.m; drs. dudung kusuma, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya hubungan antara kebiasaan belajar matematika siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “terdapat hubungan antara kebiasaan belajar matematika siswa dengan kemampuan pemecahan masalah
matematika ”. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 88 Jakarta pada semester 2 tahun ajaran 2011/2012, Populasi penelitian ini adalah siswa kelas XI IPA B di SMA Negeri 88 Jakarta. Sampel yang digunakan sebanyak 30 siswa yang diambil secara acak sederhana, sedangkan metode yang digunakan metode survei dengan teknik
korelasi dan tes instrument dengan bentuk essay. Sebelum digunakan dalam penelitian, kedua instrument diujicobakan kepada 38 siswa. Dari hasil uji coba diperoleh 28 pernyataan angket yang valid dari 40 pernyataan kebiasaan belajar matematika dan 9 butir tes yang valid dari 10 butir tes kemampuan pemecahan masalah matematika Untuk pengujian reliabilitas angket kebiasaan belajar matematika yang diujikan, diperoleh r୦୧୲୳୬ = 0,855 > 0,320 = r(,୬), sedangkan untuk pengujian reliabilitas tes kemampuan pemecahan masalah matematika yang diujikan, diperoleh r୦୧୲୳୬ = 0,569 > 0,320 = r(,୬) sehingga instrumen penelitian ini reliabel. Sebelum data penelitian dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data yaitu uji normalitas dengan uji lilliefors, uji linieritas, dan uji keberartian regresi dengan menggunakan analisis varians (ANAVA). Dari hasil pengujian normalitas untuk data variabel X diperoleh, ( , ) 0,078 0,161 hitung a n L L dan data variabel Y diperoleh L୦୧୲୳୬ = 0,070 < 0,161 = L(,୬), maka dapat disimpulkan kedua data tersebut berdistribusi normal. Hasil perhitungan regresi linier diperoleh Y = 25,24 + 0,409X. Untuk uji kelinieran regresi menghasilkan (1 0,05)( / ) 0,804 2,305 hitung dkTC dkE F F sehingga dapat disimpulkan model regresi tersebut linier artinya terdapat hubungan yang linier dari kedua variabel. Uji keberartian regresi didapat F୦୧୲୳୬ = 4,213 > 4,200 = F(ଵି,ହ)(ଵ,୬ିଶ), maka dapat disimpulkan model regresi signifikan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi product moment dilanjutkan dengan uji keberartian korelasi menggunakan tstudent.
Dari r୦୧୲୳୬ = 0,362 > 0,361 = r୲ୟୠୣ୪, yang artinya H1 diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kebiasaan belajar matematika siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika siswa dan didapat t୦୧୲୳୬ = 2,205 > 2,050 = tቀଵି భ మಉቁ(୬ିଶ) yang berarti ܪଵ diterima. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara kebiasaan belajar matematika siswa dengan kemampuan pemecahan masalah matematika. Koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,213 artinya kontribusi kebiasaan belajar matematika