Analisis Prefiks Dan Sufiks Dalam Kumpulan Cerpen Ketika Mas Gagah Pergi Dan Kembali Karya Helvy Tiana Rosa Dan Implikasinya Terhadap Pembelajaran Bahasa Indonesia Di Sma
campenhout, bjorn van ; lecoutere, els ; d�exelle, ben; drs. dede hasanudin, m. hum; dr. hj. nini ibrahim, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prefiks dan sufiks dalam kumpulan cerpen Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali karya Helvy Tiana Rosa dan implikasinya terhadap pembelajaran bahasa Indonesia di SMA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik analisis isi. Penelitian ini dimulai dari semester VIII tahun 2013. Penelitian ini difokuskan untuk menganalisis prefiks dan sufiks dalam kumpulan cerpen. Namun peneliti hanya mengambil 10 cerpen dari 15 cerpen. Masing-masing cerpen berjudul Jalinan Kasih dari Gerbong Kereta Api, Diary Adelia di Salsabila, Rumondang, Rapsodi September, Diary Saliha, Selagi Ada Kesempatan, Mami, Pattimura, Antara Yudi dan Tia, Ketika Cinta Menemukanmu. Adapun prefiks dan sufiks dalam kesepuluh cerpen tersebut terdiri dari 8 bentuk prefiks yaitu me-, ber-, ter-, di-, pe-, per-, se-, se-, dan 4 bentuk sufiks yaitu –an, -i, -kan, -nya. Objek dalam penelitian ini adalah sebuah buku kumpulan cerpen Ketika Mas Gagah Pergi dan Kembali karya Helvy Tiana Rosa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri dengan menggunakan tabel analisis. Data penelitian berupa 466 kata bentukan dari 10 cerpen yang berjudul Jalinan Kasih dari Gerbong Kereta Api, Diary Adelia di Salsabila, Rumondang, Rapsodi September, Diary Saliha, Selagi Ada Kesempatan, Mami, Pattimura, Antara Yudi dan Tia, Ketika Cinta Menemukanmu. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat 474 kalimat yang terdapat imbuhan prefiks dan sufiks. Penggunaan imbuhan prefiks sebanyak 466 kata bentukan dengan jumlah presentase prefiks me- 36,48%, prefiks ber- 21,03%, prefiks se- 16,31%, prefiks ter- 14,38%, prefiks di- 7,30%, prefiks pe- 4,08%, prefiks ke- 0,21%, prefiks per- 0,21%, sedangkan penggunaan imbuhan sufiks sebanyak 186 kata bentukan dengan jumlah presentase sufiks -an 46,77%, sufiks -nya 43,55%, sufiks -kan 7,53%, sufiks -i 2,15%. Implikasi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia yaitu hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai sarana belajar dalam memahami penggunaan prefiks dan sufiks dan dapat digunakan sebagai acuan dalam membuat afiksasi yang beragam.