Pengembangan instrumen tes sumatif biologi SMA Kelas X semester genap tahun pelajaran 2012/2013
vivi haryuni; dra. hj. susanti m, m, pd; gufron amirullah, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes sumatif mata pelajaran Biologi SMA kelas X semester genap tahun pelajaran 2012/2013 sesuai dengan kaidah pembuatan instrumen tes yang baik. Kompetensi Dasar (KD) mata pelajaran Biologi SMA kelas X semester genap tahun pelajaran 2012/2013 terdiri dari 6 (enam) KD yang terdiri dari 5 (lima) materi, meliputi: 1) Keanekaragaman Hayati, 2) Kingdom Plantae (tumbuhan), 3) kingdom animalia (hewan), 4) Ekosistem, dan 5) Lingkungan. Dari KD tersebut dibuat menjadi 15 indikator yang dikembangkan menjadi 50 butir soal Pilihan Ganda (PG) dengan jumlah
pilihan jawaban sebanyak 5 (lima) buah, yakni A, B, C, D, dan E.
Untuk mengembangkan butir tes sumatif mata pelajaran Biologi kelas X
semester genap menjadi butir soal yang baku, selanjutnya dilakukan Judgement oleh 3 (tiga) penilai/ pakar. Hasil Judgement kemudian dianalisis menggunakan rumus median. Hasil penilaian dari Judgement selanjutnya diperbaiki dan setelah butir soal diperbaiki untuk mengetahui validitas secara empiris butir soal tersebut diuji cobakan kepada siswa SMAN 11 Kabupaten Tangerang. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X SMAN 11 Kabupaten Tangerang. Sampel penelitian adalah 240 siswa SMAN 11 Kabupaten Tangerang.
Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei-Juni 2013. Instrumen tersebut diuji cobakan kepada siswa SMA kelas X semester genap. Peneliti menguji cobakan intrumen/ kalibrasi I pada kelas X.3, X.6, dan
X.7, masing-masing kelas terdiri dari 40 siswa. Hasil analisis mengungkapkan bahwa kualitas kalibrasi I instrumen soal yang dikembangkan peneliti termasuk ke dalam kategori rendah, karena memiliki nilai reliabilitas sebesar r11 = 0,342. Berdasarkan perhitungan diperoleh data soal yang baik (valid) sebanyak 24 butir soal (48%), sedangkan soal yang tidak baik (Invalid) sebanyak 26 butir soal
(52%). Ditinjau dari segi indeks kesukaran soal didapatkan 10 soal mudah, 15 soal sedang, dan 25 soal sukar. Daya pembeda menunjukkan 16 soal masuk kedalam kategori memuaskan, dan 34 soal masuk kedalam kategori jelek. Sedangkan keefektifan pengecoh menunjukkan 2 (dua) butir soal memiliki pengecoh yang kurang efektif, dan 58 soal memiliki pengecoh yang sudah baik atau efektif. Butir soal yang kurang baik pada kalibrasi I selanjutnya diperbaiki pada kalibrasi II.
Kalibrasi II pada kelas X.1, X.2, dan X.8, masing-masing kelas terdiri dari 40 siswa. Untuk kalibrasi II dari 26 butir soal yang diujikan memiliki nilai reliabilitas sebesar r11 = 0,600 masuk dalam kategori cukup. Berdasarkan perhitungan validitas diperoleh soal yang baik (valid) sebanyak 18 butir soal (69,2%) sedangkan soal yang tidak baik (invalid) sebanyak 8 butir soal (30,8%). Ditinjau dari segi indeks kesukaran soal, didapatkan 9 soal mudah, 14 soal sedang, dan 3 soal sukar. Daya pembeda menunjukkan 1 soal masuk kedalam
v kategori bagus, 13 butir soal memuaskan, dan 12 butir soal jelek. Sedangkan kefektifan pengecoh menunjukkan dua butir soal memiliki pengecoh yang kurang efektif. Pada kalibrasi II masih terdapat butir soal yang tidak baik (invalid). Karena keterbatasan waktu dan biaya butir-butir soal yang tidak baik (invalid) dinyatakan gugur, karena butir soal yang baik (valid) sudah mawakili indikator yang telah ditetapkan. Berdasarkan analisis dan pengembangan tes tersebut, dalam meningkatkan kualitas tes sumatif atau biasa disebut dengan ulangan umum semester genap untuk tingkat SMA harus lebih memperhatikan SK, KD, Indikator dengan butir soal, validitas, reliabilitas, indeks kesukaran, daya pembeda, dan efektifitas
pengecoh dari setiap butir soal. Kata kunci: Pengembangan instrumen, Tes sumatif, Biologi.