Pengaruh penggunaan feses kelinci sebagai pupuk terhadap pertumbuhan kangkung darat (ipomoea aquatica forssk.)
puja warasati; dra. lutfiah s nurusman, m.si; dra. maryanti setyaningsih, m.si;
Klasifikasi: NONE
Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan feses kelinci sebagai pupuk terhadap pertumbuhan tanaman kangkung darat (Ipomoea aquatica Forssk.). Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Kampus Pasar Rebo Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka bulan Maret – Mei 2013. Metode penelitian eksperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL). Dalam penelitian ini ada 4 perlakuan 6 ulangan. Perlakuan yang dimaksud adalah P0 (perlakuan tanpa feses kelinci), P1 (perlakuan perbandingan tanah dan feses kelinci 1 : 1), P2 (perlakuan perbandingan tanah dan feses kelinci 2 : 1), P3(perlakuan perbandingan tanah dan feses kelinci 3 : 1). Data yang diperoleh
dianalisis dengan ANAVA 1 faktor, yang dilanjutkan dengan Uji BNT dan Uji t’ sepasang-sepasang. Hasil penelitian tinggi tanaman pada P0, P1, P2, dan P3 secara berurutan 29,53; 45,8; 60,28; dan 58,13 cm. Berat basah secara berurutan 2,10; 6,58; 12,44; dan 13,81 g, berat kering secara berurutan 0,23;0,51; 0,95; dan 1,05. Tinggi tanaman terbaik adalah pada perbandingan tanah dan feses 2 : 1 yaitu 60,28 cm,
berat basah dan berat kering terbaik adalah pada perbandingan tanah dan feses 3 : 1 yaitu 13,81 dan 1,05 g. Persentase tinggi tanaman, berat basah dan berat kering tanaman terhadap kontrol berturut-turut adalah 204,13; 657,62; dan 456,52 %. Persentase berat basah terhadap kontrol berturut-turut adalah 313,33; 592,38; dan
657,62%. Persentase berat kering terhadap kontrol berturut-turut adalah 221,74; 413,04; dan 456,52%. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan feses kelinci sebagai pupuk berpengaruh terhadap tinggi tanaman, berat basah, dan berat kering kangkung.
Kata kunci : Kangkung Darat (Ipomoea aquatica Forssk), feses kelinci.