Faktor-faktor penyebab tidak dimanfatkannya limbah industri kelapa sawit oleh pemilik kebun kelapa sawit di desa Jemenang kecamatan Rambang Dangku kabupaten Muara Enim Sumatera Selatan
rizki farhan abdul azis; drs. h. hartono, mm; drs. fadiarman;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Faktor-faktor Penyebab Tidak dimanfaatkannya Limbah Industri Kelapa sawit oleh pemilik kelapa sawit di Desa Jemenang Kecamatan Rambang Dangku Kabupaten Muara Enim Sumatera S elatan.
Pemilihan lokasi penelitian dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling. Populasi penelitian berjumlah 290 pemilik kebun kelapa sawit yang tidak memanfaatkan limbah industri kelapa sawit dan diambil 43 orang sebagai sampel dengan menggunakan metode snowball sampling dan analisa data dilakukan dengan menggunakan metode trigulasi data.
Hasil penelitian dapat dilihat dan faktor tingkat pendidikan responden, 37,3% tamat SLTP, 32,6% tamat SMA, 20,9% tamat Diploma, 9,4% Perguruan Tinggi. Dan faktor ekonomi responden bekerja sebagai petani karet 51,2%, pedagang 36,6%, PNS 12,2%. faktor tidak mengetahui manfaat limbah industri kelapa sawit (86,1%) adalah tidak, (13,9%) adalah ya.faktor mencari tahu limbah industri kelapa sawit. (90,70%) adalah tidak, (9,30%) adalah ya, Faktor tidak mencari tahu manfaat limbah industri kelapa sawit (39,55%) adalah tidak terlalu penting, (25,58%) adalah sudah mencari tahu tetapi banyak yang tidak mengetahui. (34,88%) adalah tidak adanya waktu, Faktor cara pemanfaatan limbah industri kelapa sawit (72,09%) adalah tidak, (27,10%) adalah ya, Faktor biaya angkutan limbah industri kelapa sawit (25,58%) adalah 1000.000, jumlah yang paling sedikit adalah (16,26%) adalah 500.000, (34,88%) adalah 1.500.000, (23,26%) adalah > 1.500.000. Faktor kendaraan pada saat pergi ke perkebunan kelapa sawit (51,16%) adalah motor, (11,62%) adalah mobil, (13,95%) adalah bentor, (23,26%) adalah sepeda. Faktor jalan ke perkebunan kelapa sawit rusak parah pada saat musim hujan diketahui bahwa sebagian besar (76,75%) adalah ya, (23,26%) adalah tidak. Faktor sulit mencari mobil trek untuk membawa limbah industri kelapa sawit ke perkebunan (81,40%) adalah ya, (18,60%) adalah tidak. Faktor biaya mobil trek mahal diketahui bahwa sebagian besar (80,00%) adalah ya, jumlah yang paling sedikit adalah (20,94%) adalah tidak. Faktor sulit mencari buruh diketahui bahwa sebagian besar (74,41%) adalah ya, jumlah yang paling sedikit adalah (25,59%) adalah tidak. Faktor biaya buruh mahal diketahui bahwa sebagian besar (74,41%) adalah ya, jumlah yang paling sedikit adalah (25,59%) adalah tidak. Faktor penggunaan limbah industri kelapa sawit tidak praktis diketahui bahwa sebagian besar (83,73%) adalah ya, jumlah yang paling sedikit adalah (16,27%) adalah tidak.