Berbagai faktor penyebab perempuan menikah pada usia muda di kelurahan warnasari kecamatan citangkil kota cilegon propinsi banten
ikhwan ramadhan; drs. h. hartono, mm., m.pd; drs. fadiarman;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai faktor penyebab perempuan menikah pada usia muda di Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil Kota Cilegon Propinsi Banten.
Penelitian ini adalah Penelitian Deskriptif. Penentuan sampel wilayah penelitian dilakukan dengan menggunakan teknik Purposive Sampling, yaitu pengambilan sampel wilayah dan untuk menentukan sampel responden sedangkan untuk sampel responden menggunakan teknik Simple Random Sampling dengan jumlah sampel sebanyak 36 responden dan analisa datanya menggunakan metode Triangulasi Data. Sedangkan metode pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara tidak berstruktur.
Berdasarkan hasil penelitian faktor penyebab perempuan menikah pada usia muda di Kelurahan Warnasari Kecamatan Citangkil Kota Cilegon Propinsi Banten terbagi menjadi enam faktor, yaitu: Faktor Tingkat Pendidikan: 33,33% tamat SD, 44,44% tamat SLTP, 22,22% tamat SLTA. Faktor Ekonomi: bekerja sebagai sebagai Petani 38,89%, Pedagang 13,89%, buruh 22,22%, dan karyawan swasta 25,00%. Faktor Orang Tua: 33,33% takut anaknya terpengaruh oleh pergaulan bebas, 16,67% khawatir anaknya tidak mendapat jodoh, 50,00% menghindari anaknya supaya tidak melakukan seks bebas karena sudah lama berpacaran. Faktor Lingkungan: 36,11% orang tua beranggapan bahwa anaknya berpacaran dengan pria yang berbeda garis keturunan, 19,89% menjalankan amanah, 27,78% menantu dianggap sebagai tambahan tenaga dalam keluarga, dan 22,22% untuk menghindari pernikahan yang tidak disetujui kedua orang tua. Faktor Sosial: 27,78% mampu mengurus keperluan sendiri, 13,89% badannya sudah terlihat besar, 27,78% anak perempuannya sering keluar rumah dan 30,56% anaknya sering bermain dengan lawan jenis. Faktor Agama: 27,78% menghindari perzinahan, 19,44% ingin melangsungkan keturunan, 22,22% menjalin silaturahmi antara kedua mempelai, dan 30,56% menghindari fitnah. Dari beberapa faktor penyebab di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat pendidikan merupakan faktor yang paling berpengaruh dimana seluruh responden yang menikah pada usia muda disebabkan karena setelah tamat SD dan atau SLTP mereka tidak melanjutkan pendidikan melainkan bekerja