Hubungan antara Kelengkapan Fasilitas Belajar Sekolah dengan Hasil Belajar Matematika Siswa di SMAN 93 Jakarta
nina widaningsih;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terdapat atau tidaknya hubungan antara kelengkapan fasilitas belajar sekolah dengan hasil belajar matematika siswa. Hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah “terdapat hubungan kelengkapan fasilitas belajar sekolah dengan hasil belajar matematika siswa”. Penelitian ini dilaksanakan di SMAN 93 Jakarta pada semester II tahun pelajaran 2009/2010. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X di SMAN 93 Jakarta. Sampel yang digunakan sebanyak 36 siswa diambil secara acak sederhana, sedangkan metode yang digunakan metode survei dengan teknik korelasi. Instrumen kelengkapan fasilitas belajar sekolah (variabel X) menggunakan angket kelengkapan fasilitas belajar sekolah, sedangkan untuk instrumen hasil belajar matematika siswa (variabel Y) menggunakan tes hasil belajar dengan bentuk pilihan ganda. Sebelum digunakan dalam penelitian, instrument kelengkapan fasilitas belajar sekolah dan hasil belajar matematika diujicobakan kepada 38 siswa dalam populasi selain responden, dan dari hasil uji coba diperoleh 34 pernyataan angket yang valid dari 50 pernyataan dan 25 soal yang valid dari 40 soal. Untuk pengujian reliabilitas angket kelengkapan fasilitas belajar sekolah yang diujikan, diperoleh rhitung = 0,901 > 0,320 = r(0,05)(38) sedangkan untuk pengujian reliabilitas tes hasil belajar matematika yang diujikan, diperoleh rhitung = 0,862 > 0,320 = r(0,05)(38) sehingga instrumen penelitian ini reliabel dan layak digunakan. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data yaitu normalitas dengan uji lilliefors, uji linieritas, dan uji keberartian regresi dengan menggunakan analisis varians (ANAVA). Dari hasil pengujian normalitas untuk data variabel X diperoleh Lhitung = 0,079 < 0,148 = L(0,05)(36) dan data variabel Y diperoleh dan Lhitung = 0,087 < 0,148 = L(0,05)(36), maka dapat disimpulkan kedua data tersebut berdistribusi normal. Hasil perhitungan regresi linier diperoleh Y = -70,956 + 1,308 X, Untuk uji kelinieran regresi menghasilkan Fhitung = 0,700 < 2,450 = F(0,95)(21,13) sehingga dapat disimpulkan model regresi tersebut linier, artinya terdapat hubungan yang linier dari kedua variabel. Uji keberartian regresi didapat Fhitung = 53,380 > 4,13 = F(0,95)(1,34), maka dapat disimpulkan model regresi signifikan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi product moment dilanjutkan dengan uji keberartian korelasi menggunakan t-student.Dari rhitung = 0,781, didapat thitung = 7,286 > 2,032 = t(0,975)(34) yang berarti H0 ditolak. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara kelengkapan fasilitas belajar sekolah dengan hasil belajar matematika siswa. Koefisien determinasi diperoleh sebesar 0,611 artinya kontribusi kelengkapan fasilitas belajar sekolah terhadap hasil belajar matematika siswa sebesar 61,1% sedangkan 38,9% kontribusinya diberikan oleh faktor lain.