Hubungan antara Motivasi Belajar Ekstrinsik dengan Hasil Belajar Matematika pada Peserta Didik SMP Negeri 91 Jakarta | UPT Perpustakaan UHAMKA 0,325 = rtabel sedangkan untuk pengujian reliabilitas tes basil belajar matematika yang diujikan, diperoleh rhitung- = 0,840 > 0,325 = rtabel sehingga instrumen penelitian ini reliabel dan layak digunakan. Sebelum data dianalisis, terlebih dahulu dilakukan uji persyaratan analisis data yaitu nonnalitas dengan uji Lilliefors, uji Linieritas, dan uji Keberartian Regresi dengan menggunakan Analisis Varians (ANAVA). Dan basil pengujian normalitas untuk data variabel X diperoleh Lhitung = 0,109 < 0,140 = Ltabel dan data variabel Y diperoleh Lhitung = 0,095 < 0,140 = Ltabel' maka dapat disimpulkan kedua data tersebut berdistribusi normal. Hasil perhitungan regresi liner diperoleh Y =10,075 + 0,136X . Untuk uji kelinieran regresi menghasilkan Fhitung= 1,1 1 1< 2,135= Ftabel sehingga dapat disimpulkan model regresi tersebut linier, artinya terdapat hubungan yang linier dari kedua variabel. Uji keberartian regresi didapat Fhitung = 6,658 > 4,10 = Ftabel, maka dapat disimpulkan model regresi signifikan. Pengujian hipotesis dilakukan dengan analisis korelasi product moment, didapat rhitung = 0,386. Koefisien detemiinasi diperoleh sebesar 0,149 artinya kontribusi motivasi belajar eksttrinsik terhadap basil belajar matematika peserta didik sebesar 14,9%. Dilanjutkan dengan uji keberartian korelasi menggunakan t student , didapat thitung= 2,580 > 2,024 = ttabel yang berarti H0 ditolak. Maka hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara motivasi belajar ekstrinsik dengan basil belajar matematika peserta didik." />