Faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang kecil di pasar induk kramatjati
sri pujiwati; drs.winarno, m.si;
Klasifikasi: NONE
Peneliatian ini bertujuan untuk megetahui faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang kecil di pasar kramatjati. Penelitian ini merupakan penelitian Deskriptif yang didukung oleh beberapa metode yaitu metode purposive sampling untuk penentuan sampel dan untuk menentukan sample responden digunakan metode simple random sampling. Jumlah responden yang diambil adalah 56 pedagang kecil yang ada di Pasar Induk Kramatjati. Sedangkan data primer dilakukan dengan wawancara. .Adapun analisa data menggunakan tabel silang.
Hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat pendapatan pedagang kecil di pasar induk kramatjati adalah:
Pertama, Terdapat kelompok umur kurang dari 30 berjumlah 35,71% ini disebabkan pada kelompok umur ini pada umumnya masih gengsi untuk menjadi pedagang kecil di Pasar Induk tersebut, umur 30 – 40 berjumlah paling besar yaitu 46,43% ini disebabkan kelompok umur tersebut jumlah pedagang yang berdagang di Pasar Induk Kramatjati terus bertambah dari tahun ke tahun dan merupakan usia produktif. Umur 41 - 50 berjumlah 10,71%. Kelompok umur lebih dari 50 sangat sedikit yaitu 7,15% (lihat tabel 4.1).
Kedua. sebagian besar 39,2% pendidikan respondon adalah tidak tamat Sekolah 17,8% tamat SD, 19,6% tamat SLTP, hanya. 23,2% dan mereka yang tamat SLTA jadi secara umum responden kemampuan responden sangat minim sekali.(lihat tabel 4.2).
Ketiga, asal pedagang tertinggi yang tinggal di wilayah di pasar induk kramatjati adalah 46,4 %, kebanyakan berasal dari jawa. Pedagang yang lain berasal Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Sumatra Selatan berjumlah 35,7% Pedagang dari Lampung berjumlah 8,9%. Selebihnya adalah pedagang yang dagang dari luar jawa (Jambi, Kalimantan dan Bali) yaitu 8,9% (lihat tabel 4.3).
Keempat, Jumlah barang dagangan yang paling banyak adalah Sayur – Mayur 46,4%, sedangkan ubi 17,8%, ubi ini sedikit pedagangnya, cabe merah kriting atau rawit berjumlah hanya 8,9%. Buah-buahan jumlahnya sama dengan ubi 17,8% dan jagung jumlahnya sama dengan cabe 8,9 % (lihat tabel4.4).
Kelima, Modal yang dimiliki oleh para, pedagang di Pasar Induk Kramatjati 25% bermodal kurang dari Rp.1.000,000,- jadi kemungkinan usaha itu untuk maju masih jauh, 392% pedagangnya memiliki modal Rp.1.000.000 - Rp.2.000.000, ini merupakan pedagang Kecil yang sudah agak maju, Rp.2.000.000 – Rp.5.000.000 berjumlah 23,2% merupakan Pedagang Kecil yang sudah berdagang di Kios atau lapak-lapak agak permanen dari Pedagang kecil lainnya. Jumlah Pedagang kecil yang bermodal diatas Rp.5.000.000 berjumlah 12,5% ini adalah Pedagang Kecil menuju perubahan ke arah Pedagang kelas menengah.(Iihat tabel 4.5).
Keenam, jumlah terbesar modal 48,2% adalah modal milik sendiri, 25% adalah pinjaman dari Koperasi Simpan Pinjam. Dan pinjaman modal dari Bank berjumlah 26,7%.