Studi Sosial Ekonomi Pedagang Kaki Lima di Terminal Kampung Melayu Jatinegara Jakarta Timur
bambang widodo; drs. sukendra martha, m.sc.m, app.sc.;
Klasifikasi: NONE
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan sosial ekonomi pedagang kaki lima di Terminal Kampung Melayu Jatinegara Jakarta Timur. Keadaan sosial ekonomi yang dianalisis adalah keadaan sosial ekonomi (Umur dan jenis kelamin, status perkawinan, jumlah anggola keluarga, pendidikan, jenis usaha/barang yang diperdagangkan, modal, lamanva menjadi pedagang kaki lima, waktu berdagang, jumlah tenaga yang membantu, dan pendapatan) pedagang kaki lima di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara Jakarta Timur.
Secara administratif Terminal Kampung Melayu terletak di wilayah Kelurahan Bali Mester, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur dengan ketinggian 7 meter diatas permukaan laut, luas wilayah kelurahan Bali Mester adalah 6,73 km2 Terbagi dalam 6 RW dan 71 RT. Kelurahan Bali Mester terletak 10 km dari pusat Jakarta, dengan batas-batas administratifnya adalah sebelah Utara berbatasan Kelurahan Palmeriam, Kelurahan Bidara Cina di sebelah Selatan, Kelurahan Kampung Melayu di sebelah Barat, dan Kelurahan Rawa Bunga di sebelah Timur.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Deskriptif, dengan didukung oleh metode simple random sampling untuk menentukan wilayah penelitian, pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara, observasi dan sedangkan analisa data menggunakan tabel Frekuensi Relatif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,13% pedagang kaki lima di Terminal Kampung Melayu berusia antara 25 - 34 tahun, 71,05% berjenis kelamin laki-laki, 40,1% memiliki anggota keluarga antara 4 - 6 orang. Tingkat pendidikan pedagang kaki lima tergolong rendah (51,30%) yaitu tidak bersekolah, tidak tamat SD dan tamat SD, jenis usaha terbanyak yang diminati adalah makanan dan minuman (29,60%). Sebagian besar (47,40%) pedagang kaki lima berdagang dengan modal usaha lebih dari Rp.600.000, dan sebanyak 34,30% menggunakan modal sendiri. Lamanya berdagang antara 2 - 3,9 tahun sebanyak 30,26%, kurang dari 2 tahun sebanyak 25,66%. 4 - 5,9 tahun, sebanyak 19,08%, sebanyak 13,16% telah berdagang selama 6 – 7,9 tahun dan 11,84% telah berdagang di Terminal Kampung Melayu selama lebih dari 7,9 tahun. Sebagian besar (53,90%) berdagang pada pagi sampai siang hari, sore hari sampai petang sebanyak 37,50% dan pada malam hari hanya sebanyak 8,60%. Sebanyak 53,95% dari pedagang kaki lima tidak menggunakan tenaga kerja dan sisanya sebanyak 46,05% menggunakan tenaga kerja sebanyak 1 - 6 orang dalam menjalankan usahanya. Rata-rata tingkat keuntungan atau pendapatan bersih rata-rata perbulan yang diperoleh adalah antara Rp.1.000.000,- sampai dengan Rp.1.499.000,-sebanyak 37,5%. 29,60% memperoleh pendapatan sebesar Rp.500.000 - Rp.999.000 -. kurang dari Rp.500.000 sebesar, 15.80% sedangkan pedagang kaki lima yang memperoleh pendapatan bersih rata-rata perbulan diatas Rp.1.500.000 - sebanvak 17.10%.