Pengaruh keberadaan etnis cina terhadap perekonomian masyarakat pribumi di Jonggol
yayan maryanah; drs.hs.basry siregar, m.pd;
Klasifikasi: NONE
Penelitian ini penulis lakukan di Kecamatan Jonggol Kabupaten Bogor dengan meneliti masyarakat etnis Cina dan masyarakat pribumi Jonggol.Sepanjang perjalanan sejarah, Indonesia merupakan sebuah negara yang dapat dikatakan sebagai multi etnis. Struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh dua ciri yang bersifat unik. Secara horizontal, ditandai oleh kenyataan adanya kesatuan-kesatuan sosial berdasarkan perbedaan-perbedaan dan suku bangsa, perbedaan-perbedaan agama, adat serta perbedaan-perbedaan kedaerahan. Secara vertikal, struktur masyarakat Indonesia ditandai oleh adanya perbedaan-perbedaan vertikal antara lapisan atas dan lapisan bawah yang cukup tajam.Orang Cina di Jonggol dalam kehidupan ekonominya tergolong mapan dan mereka hidup sebagai pedagang dan pengusaha, yang dapat mengangkat ekonomi masyarakat pribumi (Jonggol). Dan pengaruh ini dapat dikategorikan pengaruh dan persaingan yang sehat baik bagi masyarakat Jonggol maupun bagi masyarakat Cina. Karena orang Cina dapat menetapkan mereka dan menunjukkan bahwa mereka dapat hidup sebagai pedagang dan pengusaha dimana mereka tinggal.Kemajuan orang Cina di Jonggol dalam menjalankan usahanya dalam bidang perdagangan merupakan warisan sejarah masa lalu, dan mereka bekerja sama dengan masyarakat pribumi (Jonggol) yang telah mempengaruhi pandangan masyarakat Jonggol tentang etnis Cina dalam mengembangkan ekonominya, sehingga memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak. Disamping itu, menurut beberapa pengkajian memberikan kesimpulan yang patut diakui bahwa memang secara alamiah rata-rata etas kerja orang-orang Cina pendatang, lazimnya cukup tinggi. Memiliki sikap tekun dalam berusaha dan hemat, kelebihan moral itu memberikan kemajuan di bidang perdagangan dan industri.Berdasarkan dari latar belakang permasalahan di atas, maka berikut ini penulis akan mengemukakan beberapa identifikasi permasalahannya sebagai berikut:
1. Bagaimana pengaruh keberadaan etnis Cina terhadap perekonomian masyarakat pribumi di Jonggol?
2. Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi interaksi antara etnis Cina dengan masyarakat pribumi terhadap perekonomian di Jonggol?
3. Hambatan-hambatan apa saja yang terjadi antara etnis Cina dengan masyarakat pribumi dalam masalah perekonomian di Jonggol?
4. Usaha-usaha apa saja yang diambil untuk mengatasi hambatan-hambatan antara etnis Cina dengan masyarakat pribumi dalam masalah perekonomian ?
Agar dapat dengan mudah menempatkan permasalahan yang jelas, dan dapat mengetahui faktor permasalahannya, maka penulis membatasi permasalahannya yakni pola interaksi etnis Cina dengan masyarakat pribumi dalam masalah perekonomian di Jonggol.
Berdasarkan batas permasalahan di atas, maka untuk ketajaman analisis dan fokus masalah yang jelas, penulis merumuskan permasalahan sebagai berikut: Apakah terdapat pengaruh keberadaan etnis Cina terhadap perekonomian masyarakat pribumi di Jonggol ?
Penulis dapat mengemukakan bahwa etnis Cina di Jonggol adalah Cina yang datang secara berangsur-angsur selama kurang lebih tiga setengah abad lamanya. Dan Cina di Indonesia itu bukan sebutan yang aneh bagi orang Indonesia, karena orang Cina di Indonesia sudah sebagian dari bangsa Indonesia.
Masyarakat Cina membawa pengaruh yang besar bagi masyarakat Jonggol terutama dalam bidang ekonomi. Karena masyarakat Cina dapat mengangkat ekonomi masyarakat Jonggol, dan ekonomi Cina sendiri termasuk ke dalam golongan yang maju dibanding masyarakat Jonggol. Dan kemajuan orang Cina di Jonggol dalam menjalankan usahanya dalam bidang perdagangan merupakan warisan sejarah masa lalu, dan mereka bekerja sama dengan masyarakat Jonggol yang telah memberikan pengaruh yang besar.
Dalam penelitian penulis ingin mengetahui bagaimana pengaruh keberadaan etnis Cina terhadap perekonomian masyarakat pribumi di,Jonggol.
Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode penelitiannya adalah metode deskripsi analistis. Menurut Sugiyono (1997 : 97) metode deskriptif analisis yaitu menyelidiki, menyimpulkan dan menyusun data atau masalah yang terjadi saat dilaksanakan penelitian, kemudian data atau masalah tersebut dianalisa dan disusun pembahasaan secara sistematis.
Teknik pengumpulan data yang penulis gunakan terdiri dari studi kepustakaan dan studi lapangan yang terdiri dari observasi, angket dan wawancara. Dalam penulis mengambil sampel dengan menggunakan teknik penarikan stratified random sampling dimana sampel yang diambil oleh peneliti diambil secara acak (random) dengan besar sampel sebanyak 10% dari jumlah populasi sebanyak 300 jiwa etnis Cina.
Untuk mengetahui kriteria penafsiran, maka digunakan rumus WMS (Weight Mean Score) sebagai berikut :
M : ∑f (x)
n
Keterangan :
M = Perolehan angka kriteria penafsiran
f = Frekuensi jawaban
x = Pembobotan (skala nilai)
n = Jumlah seluruh jawaban (jumlah responden)
∑ = Penjumlahan
(Bakrie, Siregar, Metode Riset Sosial Suatu Pengantar, 1993 : 35)
Sebagai kriteria penilaian, maka digunakan angka-angka yang disajikan dalam interval-interval angka, yaitu :
Skor tertinggi - Skor terendah = 3 - 1 = 0,66
Jumlah Interval Kelas 3
Adapun interval tersebut adalah sebagai berikut :
1. Untuk jawaban Tidak Baik kriteria penilaian antara 1 sampai dengan 1,66.
2. Untuk jawaban Cukup kriteria penilaian antara 1,67 sampai dengan 2,34.
3. Untuk jawaban Baik kriteria penilaian antara 2,35 sampai dengan 3.
Setelah itu data yang diperoleh diolah dengan menggunakan rumus Korelasi Product Moment (Sugiyono, 1998: 148) sebagai berikut :
r xy = ∑xy
√ ( ∑x2 )( ∑y2)
r = rata-rata
x = skor untuk keberadaan etnis Cina
y = skor untuk perekonomian masyarakat Jonggol pribumi
Rumus uji ‘t’ dalam penelitian ini adalah test ‘t’ untuk dua sampel yang satu sama lain saling berhubungan yaitu sebagai berikut :
SEM1-M2 = √SEM12 + SEM22 - (2rxy)(SEMl)(SEM2)
to = M1 – M2
SEM1 – SEM2
Untuk data tunggal (range-nya kurang dari 30) maka langkah perhitungannya adalah dengan cara :
1. Mencari Man Variabel I (Variabel X) : M1 = ∑fx
N
2. Mencari Man Variabel II (Variabel Y) : M2 = ∑fx
N
Kesimpulan dari penelitian ini adalah keberadaan etnis Cina terhadap perekonomian masyarakat pribumi di Jonggol adalah cukup baik. Hal ini dapat ditunjukkan dari nilai Variabel Bebas (x) keberadaan etnis Cina yang menghasilkan nilai perhitungan sebesar 1,99 yang termasuk dalam kriteria penilaian cukup dan Variabel Te i at (y) perekonomian masyarakat pribumi yang menghasilkan nilai perhitungan sebesar 2,22 yang termasuk dalam kriteria penilaian cukup baik. Sedangkan pengaruh keberadaan etnis Cina terhadap perekonomian masyarakat pribumi di Jonggol berdasarkan pedoman pada tabel koefisien korelasi, maka koefisien korelasi yang didapatkan sebesar 0,08 yang termasuk pada kategori "sangat rendah", artinya pengaruh keberadaan etnis Cina terhadap perekonomian masyarakat pribumi di Jonggol Kabupaten Bogor memiliki kriteria sangat rendah.
Sedangkan hasil perhitungan dengan menggunakan rumus uji "t" diperoleh nilai hasil sebagai berikut 2,36 < 8,235 > 3,50 dengan demikian Hipotesa Nihil ditolak ini berarti antara kedua variabel keberadaan etnis Cina dengan perekonomian masyarakat pribumi di Jonggol terdapat pengaruh yang signifikan.
Kesimpulan yang dapat ditarik dari perhitungan diatas ialah, dengan adanya keberadaan etnis Cina di Jonggol secara meyakinkan dapat mempengaruhi perekonomian di Jonggol, dan kurang positif menjadi lebih positif (lebih baik). lni mengandung pengertian Pula bahwa keberadaan etnis Cina di Jonggol secara signifikan telah dapat menunjukkan keberhasilannya atau efektivitasnya perdagangan mereka terhadap perekonomian masyarakat Jonggol.
Dalam kegiatan perekonomian antara etnis Cina dengan masyarakat pribumi di Jonggol terdapat beberapa hambatan di antaranya adalah :
1. Sempit dan terbatasnya daerah pemasaran bagi etnis Cina untuk menjual barangbarang dagangannya terutama dalam bidang perdagangan elektronik dan automotive.
2. Terbatasnya permodalan bagi masyarakat pribumi yang ingin menjalankan suatu usaha perekonomian.
3. Kurangnya pengetahuan dan kepedulian masing-masing golongan untuk saling mengenal dan mengetahui budaya masing-masing golongan sehingga mengakibatkan proses interaksi yang pasif.
Dengan adanya hambatan-hambatan tersebut maka dilakukan usaha-usaha sebagai berikut :
1. Memperluas pusat-pusat penjualan yang ditujukan untuk memberikan kesempatan kepada pedagang-pedagang etnis Cina untuk menjual barang-barang dagangannya.
2. Memberikan bantuan dana kepada masyarakat pribumi yang berminat untuk menjalankan suatu jenis usaha perdagangan.
3. Secara kelompok masyarakat Cina membentuk kongsi-kongsi dagang.
4. Masyarakat pribumi berusaha untuk mengembangkan sektor pertanian dan perkebunan guna meningkatkan sektor perekonomian di Jonggol.